5 Kasus Gangguan Psikologis Ganjil yang Bisa Bikin Kamu Mengernyitkan Dahi Saat Mendengarnya


Kamu pasti pernah dengar tentang fobia yang cenderung aneh, kan? Misalnya fobia terhadap jenggot atau fobia terhadap lawan jenis. Nah, ternyata keanehan semacam itu nggak hanya bisa kamu lihat pada fobia, karena ada juga beberapa gangguan psikologis yang sama anehnya bila didengar.

Nggak, bukan cuma aneh sih, tapi ganjil.

Gangguan psikologis tersebut bisa terdengar ganjil karena emang nggak banyak diidap oleh banyak orang. Meskipun terbilang langka, tapi bukan berarti kamu nggak perlu tahu tentangnya. Makanya sekarang kita bahas satu per satu 5 gangguan psikologis dan contoh kasusnya yang udah dirangkum dari Therichest dan berbagai sumber lainnya ini.

- Advertisement -

1. Satu Lagu yang “Terus Diputar” di Dalam Kepala

via youbeauty.com

Jika seseorang mendengarkan suatu lagu, dan akhirnya lagu itu terus terngiang di dalam benaknya (meskipun ia udah nggak mendengarnya lagi secara langsung), bisa dipastikan ia terkena serangan earworm atau stuck song syndrome. Sindrom ini emang jamak terjadi pada orang-orang, dan mungkin kamu pun pernah mengalaminya.

Tapi berapa lama biasanya suatu lagu terus terngiang dalam kepala kamu? Mungkin hanya dalam hitungan menit atau jam, kamu udah bisa menyingkirkan lagu itu dari pikiran. Lain halnya dengan kasus yang menimpa Susan Root. Pasalnya, satu lagu berjudul How Much is That Doggie in the Window terus terngiang di dalam kepala wanita tersebut selama empat tahun lamanya!

Empat tahun berlalu, dan tiba-tiba aja lagu yang ada dalam kepalanya berganti menjadi Somewhere over the Rainbow. Nggak ada penjelasan yang memuaskan kenapa lagu itu bisa mendadak berganti. Tapi yang jelas, gangguan ini memengaruhi kehidupan Susan dan orang-orang di sekitarnya.

Contohnya aja, suami Susan terkadang sampai harus berteriak cuma untuk memanggilnya. Yup, lagu yang “terjebak” dalam kepalanya tentu membuat suara-suara lainnya jadi nggak begitu terdengar oleh Susan.

2. Mendadak Punya Aksen Bahasa Asing

via pixabay.com

Pada suatu pagi di tahun 1941, seorang wanita bernama Astrid terbangun dari tidur dan menemukan dirinya terkena foreign accent syndrome (FAS) atau sindrom aksen asing; sindrom yang semenjak tahun 1907 hingga sekarang dilaporkan telah dialami 62 orang.

Astrid sendiri adalah orang Norwegia dan nggak pernah pergi keluar dari negaranya. Tapi setelah bangun tidur, ia tiba-tiba punya aksen khas Jerman. Menimbang situasi Perang Dunia II kala itu, sontak orang-orang seperti pemilik toko jadi sungkan melayani Astrid yang mereka sangka orang Jerman.

Meskipun neurologis yang ditemuinya nggak bisa mengidentifikasi penyebab perubahan aksennya kala itu, tapi dilaporkan kepala Astrid terkena pecahan peluru meriam sehari sebelumnya.

3. Menonton Orang yang Mengalami Kesulitan Tanpa Memberi Bantuan

youtube via bobbysbeliefs.blogspot.com

Pernah mendengar istilah bystander effect atau efek penonton? Well, istilah itu bisa diartikan sebagai fenomena apatisme sosial ketika melihat seseorang yang butuh pertolongan darurat.

Misalnya, ada seseorang terjatuh dari motor di jalan raya. Jika memakai logika, maka orang-orang yang berada di lokasi kejadian seharusnya menolong si pengendara malang tersebut. Tapi jika bystander effect menerpa, maka kerumunan orang tersebut hanya akan menonton tanpa membantu si pengendara motor. Semakin banyak orang, maka semakin bertambah pula ketidakacuhan yang ditunjukkan mereka, karena mereka menganggap akan ada seseorang yang bakal bersedia membantu si pengendara tersebut.

Contoh nyata dan populer dari efek mematikan ini terjadi pada tahun 1964 di Amerika Serikat. Kala itu, lebih dari 30 saksi hanya terdiam tatkala mendengar jeritan seorang wanita yang diserang di luar apartemennya. Wanita bernama Kitty Genovese itu akhirnya meninggal karena tikaman pisau si penyerangnya.

4. Kelakuan Ganjil dari King George III (1738-1820)

via commons.wikimedia.org

George III adalah penguasa kerajaan Inggris dulu. Namun pada saat hari tuanya, ia menunjukkan beberapa perilaku ganjil. Untuk menyebut di antaranya adalah ia kerap berbicara hingga berjam-berjam tanpa henti. Bahkan dikabarkan ia pernah berbicara sampai mulutnya berbusa, atau yang lebih parahnya, bicara non stop selama 58 jam. Dan apa yang keluar dari mulutnya itu nggak lebih dari sekadar racauan. Tak jarang pula para dokter menahannya, karena ia kerap mengiringi racauannya tersebut dengan amukan tak terkendali.

Perilakunya itu ternyata ada sangkut pautnya dengan porphyria; kelainan kondisi yang dimiliki oleh King George III karena bawaan genetis. Diperkirakan, para dokter yang menanganinya dulu sering memberinya arsenik sebagai obat. Padahal, menurut para peneliti zaman modern ini, arsenik malah memperparah kondisinya.

Dalam sampel darahnya sendiri udah ditemukan kadar arsenik yang tinggi.

5. Gangguan yang Mengakibatkan Penderitanya Menganggap Diri Sudah Mati

via flickr.com

Dan nama gangguan psikologis ini adalah Cotard delusion atau delusi Cotard, yang diambil dari nama neurologis Jules Cotard. Ia adalah orang pertama yang menjelaskan ihwal gangguan yang punya nama lain walking dead syndrome tersebut.

Pada penjelasan yang ditulisnya di tahun 1880, ia menyebut nama seorang wanita, Mademoiselle X, sebagai penderita sindrom langka ini. Ada beberapa gejala yang dikatakan oleh Mademoiselle X pada Jules, yakni merasa dirinya dikutuk; merasa tak punya beberapa bagian tubuh; dan merasa dirinya sudah meninggal. Ia juga enggan makan, dan hal itu pula yang akhirnya mengakibatkan ia mati kelaparan.

Meskipun penderita delusi Cotard menunjukkan tanda-tanda serupa seperti yang dialami Mademoiselle X (merasa sudah meninggal, dll.), namun ada juga beberapa penderita yang merasakan perbedaan 180 derajat.

Umumnya sih, mereka merasa diri abadi. Dalam artian, mereka merasa dikutuk jadi mayat hidup untuk selamanya.

Merasa informasi di atas menambah wawasan kamu? Yah, semoga aja para peniliti berhasil menemukan cara pengobatan paling efektif buat menangani sindrom-sindrom seperti di atas, ya. Setuju, kan?

- Advertisement -
Shares 33
Previous "Eta Terangkanlah" Dari Mana Sih? Kok Bisa Kocak Banget? Cari Tahu Disini Nih!
Next Siapa Bilang Kita Nggak Bisa Bikin Sarapan dari Lego? Coba Lihat Dulu yang Satu Ini

Suggested Posts

6 Keunikan yang Bakal Sering Ditemui seandainya Kamu Tinggal di Melbourne

Buat Si Pemalu, Ini Nih 6 Tips Sederhana Supaya Jauh Lebih Pede!

Mau Tahu Kenapa Kamu Nggak Akan Bisa Bosen Nge-mall? 5 Alasan Inilah Buktinya!