Bagi sebagian orang, bekerja sebagai freelancer mempunyai nilai lebih apabila dibandingkan dengan pekerja kantoran. Kamu nggak perlu berangkat pagi dan pulang sore sambil merasakan macetnya lalu lintas pada saat jam kerja, bisa kerja di rumah hanya dengan mengenakan kaos dan celana pendek, bahkan mungkin sambil tiduran di atas kasur, kamu juga bisa bekerja di banyak tempat sekaligus, kamu bisa menentukan sendiri pekerjaan apa yang ingin kamu lakukan berdasarkan hobi atau passion, dan kamu juga bisa punya waktu yang lebih banyak bersama keluarga.

Bahkan penghasilan sebagai freelancer bisa setara, bahkan lebih besar dari kerja kantoran, itupun kalau proyek yang dikerjakan juga banyak atau bernilai sangat besar. Tetapi, setiap ada kelebihan pasti ada kekurangannya juga. Buat kamu yang pernah, atau masih, menjadi freelancer, pasti pernah mengalami 5 masalah ini ketika menjadi freelancer. Apa saja itu?

1. Jam kerja nggak jelas

via infojakarta.net

Ketika menjadi freelancer, kamu memang menentukan jam kerjamu sendiri, tetapi kenyataannya nggak semudah itu, bro. Kalau kerjaan lagi banyak-banyaknya, kamu bisa begadang bermalam-malam untuk menyelesaikan kerjaanmu. Belum kalau nanti ada revisi dari klien yang harus diselesaikan dengan segera. Yah, bisa dibilang mirip-mirip lembur lah kalau di kerja kantoran. Tapi kalau kerja kantoran kan biasanya ada jam lembur dan dibayar, kalau kerja freelance bayaranmu ya berdasarkan hasil revisi tersebut, kalau nggak kelar ya nggak dibayar.

Tapi, kalau lagi nggak ada kerjaan sama sekali, kamu mau guling-guling di kasur dari pagi sampai besok paginya lagi juga nggak masalah, bahkan bisa jadi kamu pada hari itu bingung mau ngapain. Hal ini nggak bisa dilakukan kalau jadi pekerja kantoran, meski nggak ada yang bisa dilakukan, kamu masih harus tetap datang pagi dan pulang malam sambil menikmati kemacetan lalu lintas. Yah, sekali lagi, ada enak dan nggak enaknya ya.

2. Kejar-kejaran dengan deadline

via wixstatic.com

Emang sih, nggak hanya kerja freelance aja yang ada deadline, tapi kerja kantoran juga ada. Hanya saja karena di kantor ada jam kerja dan jam lembur, apa yang kita kerjakan masih bisa diselesaikan keesokan harinya atau kadang kerjaannya malah dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah dan masih dibayar. Tapi percayalah, deadline bagi freelancer lebih berbobot daripada pekerja kantoran, karena, seperti yang telah disebutkan di poin nomor satu, bayaran kita ada di tangan kerjaan tersebut.

Sebagai freelancer, apabila nggak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai deadline, nggak bakal dapat bayaran sama sekali, bahkan ada juga yang sampai dikenakan denda. Iya kalau kliennya pengertian dan diberi deadline yang wajar, kalau misal banyak yang harus dikerjakan tapi dalam waktu singkat harus selesai, apa nggak bikin gemes? Kan berasa banget tuh kejar-kejarannya. Belum nanti kalau ada revisi yang deadline-nya juga ikutan horor. Yah, asal nanti kalau kerjaannya udah selesai, bayarannya juga sesuai deadline lah ya, nggak dimolor-molorin.

3. Masalah kedisplinan

via pexels.com

Kebalikannya dengan poin di atas, kalau pada poin nomor dua kasusnya kamu mendapat klien yang bikin gemes, di poin ini biasanya terjadi kalau kamu dapat klien yang baik hati. Berbeda dengan kondisi pekerja kantoran yang sifatnya mengikat karena ada peraturan dan atasan,ketika freelancer mendapat pekerjaan yang deadline-nya longgar dan jam kerja yang semau gue berpadu, kedisiplinan biasanya menjadi permasalahan utama.

Entah memang beneran ada urusan sebelumnya atau sudah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, biasanya mereka baru mulai kerja menjelang akhir deadline. Sebenarnya, selama mereka bisa menyelesaikannya dengan baik sih nggak masalah, tapi kalau ternyata menjelang akhir deadline ada masalah, mau gimana coba? Mau meminta perpanjangan waktu? Iya kalau hanya terjadi sekali atau dua kali, kalau berkali-kali? Wah, bisa gawat tuh.

4. Koneksi tidak menentu

via silicon.co.uk

Ini nih masalah yang lumayan sering menghinggapi para freelancer. Kalau jadi pekerja kantoran, kamu bisa memanfaatkan koneksi kantor untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Nah, biasanya kantor tuh memilih paket internet yang memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dan kalau ada masalah, penanganan dari penyedia jasa internet pun lebih cepat, apalagi untuk perusahaan-perusahaan besar.

Tapi, kalau jadi freelancer yang kerjaannya membutuhkan koneksi internet, kamu harus siap-siap nestapa. Meski sudah memasang internet dari penyedia jasa internet, kadang kalau koneksinya bermasalah, penyelesaiannya bisa lama. Kamu sering dengar komplain masalah internet yang udah lama bermasalah tapi nggak kunjung beres, kan? Yah, begitulah kira-kira gambarannya. Jadi, mau nggak mau ya harus mengalokasi dana lagi, entah itu untuk membeli modem, perdana internet, atau cari hotspotan.

5. Laptop/PC tiba-tiba bermasalah

via techhive.com

Kalau di poin sebelumnya yang bermasalah adalah koneksi, di poin terakhir ini yang bermasalah ada di perangkatnya. Sebelumnya, untuk kesekian kalinya kita akan membandingkan lagi antara pekerja kantoran dengan freelancer. Ketika kamu menjadi pekerja kantoran, biasanya kamu bakal mendapatkan fasilitas perangkat kerja dari kantor. Data-data seputar kerjaanmu pun sudah terhubung dengan server yang ada di kantor. Jadi kalau misal perangkat kerja yang kamu gunakan bermasalah, bisa langsung minta ganti perangkat yang lain.

Nah, hal ini nggak bisa kamu lakukan kalau kamu jadi freelancer. Perangkat kerjamu ya milikmu sendiri, kalau nantinya bermasalah ya resiko kamu tanggung sendiri. Solusi untuk permasalahan ini sih sebenarnya ada tiga, yang pertama bersabar, kedua siapkan dana untuk memperbaikinya, dan yang ketiga siapkan dana untuk membeli perangkat kerja baru. Tapi kalau sudah nggak bisa diperbaiki lagi, mau nggak mau ya harus beli perangkat baru yang lebih powerful.

Kalau kamu kebetulan memang lagi nyari ganti perangkat PC/laptopmu yang bermasalah, coba cari laptop yang powerful, tipis, ringan, dan baterainya awet, karena 4 poin tersebut bisa mengatasi permasalahan di poin nomor empat dan lima. Ketika koneksi di rumahmu sedang bermasalah, kamu nggak perlu ke warnet, cukup tenteng aja laptopmu untuk mencari tempat hotspot. Selain itu, kamu nggak perlu bingung colokan karena daya tahan baterainya yang awet berjam-jam.

Nah, kebetulan banget poin-poin tersebut dimiliki oleh 2 produk Lenovo ini, yaitu Lenovo Yoga 520 dan Lenovo Yoga 720. Untuk Lenovo Yoga 520 sendiri, laptop ini dibekali dengan up to 7th Gen Intel® Core™ i7 processor, grafis Intel Integrated Graphics, RAM DDR4 up to 16 GB, harddisk up to 512 GB PCIe SSD (untuk urusan performa, SSD lebih powerful dibandingkan dengan HDD), dan daya tahan baterai hingga 10 jam.

via lenovo.com

Sedangkan untuk Lenovo Yoga 720, laptop ini juga dibekali dengan up to 7th Gen Intel® Core™ i7 processor, grafis up to NVIDIA GeForce GTX 1050 2GB atau Intel HD Graphics 630, RAM DDR4 up to 8 GB, harddisk up to 256 GB PCIe SSD, daya tahan baterai hingga 9 jam, dan ayarnya Full HD. Baik Lenovo Yoga 520 dan Lenovo Yoga 720 mempunyai layar touch screen yang bisa diputar hingga 360 derajat, sehingga bisa menjadi laptop atau tablet. Selain itu, dua laptop tersebut juga dilengkapi dengan Lenovo Active Pen yang bisa kamu gunakan langsung di layar sentuh.

Nah, dengan mengusung performa yang powerful, desain yang tipis, ringan, dan memiliki baterai yang awet, Lenovo Yoga 520 dan Lenovo Yoga 720 bisa kamu pertimbangkan untuk menggantikan perangkat kerjamu yang bermasalah. Bagaimana? Tertarik untuk beralih ke Lenovo Yoga 520 atau Lenovo Yoga 720 nih?

Shares 3K
Previous Walau Sudah Harus Berpisah Setelah Seminggu Menikah, 10 Fakta Pernikahan Taqy dan Alma Ini Sungguh Menginspirasi
Next Gak Perlu Jauh-jauh Ke China, Indonesia Juga Punya Jembatan Kaca Unik di Kota Malang