Apa kamu termasuk orang yang membanggakan kota di mana kamu tinggal sekarang? Apa kamu jatuh cinta pada kota di mana kamu tumbuh besar? Kamu bukan satu-satunya yang begitu kok; nggak sedikit orang yang saking cintanya pada suatu kota, sampai-sampai mereka ngerasa berat jika harus meninggalkannya.

Tapi pernah nggak kamu penasaran, apa sih yang bisa membuat sebuah kota nyaman untuk didiami?

Well, jawabannya tergantung orang yang mendapat pertanyaan. Tapi ada lho survei yang mencari tahu kota yang dimaksud itu, dan salah satunya dilakukan oleh the Economist Intelligence Unit (EIU). Hasil surveinya menempatkan salah satu kota di negara tetangga kita, Australia, sebagai kota paling nyaman di dunia ini untuk ditinggali. Kotanya sendiri adalah Melbourne.

Hebatnya lagi, bukan cuma sekali dua kali, Melbourne dapet anugerah itu selama tujuh tahun berturut-turut. Tepatnya mulai dari 2011 sampai 2017. Dengan cakupan kriteria seperti stabilitas, jaminan kesehatan, budaya, lingkungan hidup, serta pendidikan dan infrastruktur, Melbourne berhasil mengalahkan 140 kota lain yang menjadi pesaing dalam penilaian EIU.

Apa Melbourne “cuma” punya itu doang? Hehehe, tenang… simpan dulu penilaian kamu. Masih ada hal-hal lain di Melbourne yang membuatnya pantas disebut sebagai kota yang menyenangkan untuk ditinggali, atau sekadar dikunjungi sebagai destinasi liburan.

1. Membicarakan Melbourne Tanpa Membicarakan Budaya dan Seni Itu Bagai Sayur Tanpa Garam

via visitmelbourne.com

Ketika kamu keluar rumah, coba kamu hitung tempat berbau budaya dan seni yang bisa kamu temui di kota tempat tinggal kamu. Katakanlah, tempat yang menarik pandangan mata. Nah di Melbourne, tempat-tempat seperti itu nggak akan muat dihitung sama jari tangan kamu. Mau minta bantuan jari kaki? Nggak akan cukup juga. Saking banyaknya!

Itu wajar aja sih. Gedung-gedung museum, perpustakaan, galeri, teater, pertunjukkan balet, opera, dan musik begitu banyak bertebaran di sana. Yah, walaupun nggak sebanyak minimarket yang bertebaran di kota-kota besar Indonesia sih.

Tapi jangankan yang dikemas di dalam gedung, kalau berjalan-jalan mengelilingi kota aja kamu bakalan disambut sama seni jalanan yang menghiasi berbagai sudut kota Melbourne. Tertarik buat ngeliatnya? Hmm, mungkin kamu bakal bingung mau mulai dari mana. Mengutip dari The Culture Trip, ada rekomendasi karya street art dari lima artis terkemuka nih buat kamu. Mereka adalah Ghostpatrol, Ha-Ha, Kaff-eine, Meggs, dan Rone.

Kalau-kalau kamu penasaran, nih ada penampakan salah satu karya dari Rone.

Tim Lucas/flickr.com via theculturetrip.com

Ciamik banget, ya? Kalau jawabannya nggak, mungkin ada yang salah sama cita rasa seni kamu. Heheh.

Lantas kenapa unsur budaya dan seni bisa terasa sangat kental di bekas ibu kota Australia ini? Jawabannya mungkin bisa didapat dari pernyataan direktur Melbourne Festival, Brett Sheehy, dulu. Seperti dikutip dari CNN, sekitar tahun 2011 ia pernah berkata “Satu hal yang membedakan Melbourne dari kota lain adalah orang-orang di jalanan akan berkata seni dan budaya merupakan bagian penting dari kota.” Dan nampaknya pernyataan itu nggak berlebihan dalam melukiskan Melbourne sebagai pusat kebudayaan dan seni di Australia.

2. Jalur Sepeda yang Membentang ke Seluruh Penjuru Mata Angin

via cycletraveller.com.au

Bisa dibilang, ini kota mungkin serasa surga buat penggila sepeda. Bahkan katanya Melbourne berencana untuk bikin jalan raya khusus pesepeda.

Meskipun bersepeda udah jadi budaya, tapi bukan berarti penduduk Melbourne tiap hari melahap semua trek sepeda yang ada. Jika dibentangkan, trek sepeda di Melbourne jaraknya mencakup hingga sekitar 1.900 km pada tahun 2014. Nggak kebayang gimana gedenya betis orang yang tiap hari bersepeda sejauh itu. Tapi kalau kamu mau melakukannya dengan senang hati, ya silakan aja lahap semua jalurnya. Keasyikan ngayuh pedal bisa-bisa tanpa sadar kamu bersepeda sampai ke Indonesia tuh.

Tapi ngomongin soal olahraga, Melbourne nggak cuma punya trek sepeda lho, karena Melbourne punya…

3. Semangat Tinggi dalam Olahraga yang Tergambarkan dari Banyaknya Venue dan Event Internasional

via beat.com.au

Oke, oke… mungkin kamu bakal berpendapat banyak daerah di Indonesia yang penduduknya punya semangat militan dalam olahraga, terutama bila tengah mendukung klub sepak bola favorit. Tapi nggak banyak lho kota di dunia yang punya semangat tinggi di bidang olahraga, sekaligus punya banyak venue berkelas internasional.

Mau bukti? Kamu tentu tau kan turnamen tenis Australian Open? Nah, ajang Grand Slam yang rutin mempertemukan para petenis kelas wahid itu digelar di Melbourne Park; tepatnya di Rod Laver Arena. Selain itu, ada juga Albert Park Lane yang menjadi lokasi Grand Prix Formula One dan stadion legendaris yang sangat populer di Australia sana, Melbourne Cricket Ground (MCG). Stadion kriket ini bisa nampung penonton sampai 100 ribu orang.

via cricbuzz.com

Gede banget, ya. Kalau tanahnya dipake buat bangun rumah bisa bikin berapa biji tuh.

Tiga tempat itu cuma sekadar perwakilan dari banyaknya venue olahraga canggih di Melbourne yang tentunya bisa ngundang rombongan wisatawan dari seluruh dunia tiap tahunnya. Apa kamu punya rencana buat jadi salah satu wisatawan yang nonton jet darat tengah beradu cepat di Albert Park Lane? Atau ikut menyaksikan detik-detik penentuan juara Australian Open nanti?

4. Siapakah Orang-Orang Berpakaian Merah Itu?

via melbournedaily.blogspot.com

Kalau nanti kamu liat sekumpulan orang berbaju merah di Melbourne, jangan pernah berpikiran “Tukang pos di Australia pake baju merah ya, bukan oranye.” Mereka bukan pegawai pos. Mereka juga pastinya bukan berandalan bermotor.

Jadi siapa mereka? Apakah mereka orang yang berbahaya? Apa kamu harus bawa-bawa semprotan merica saat menelusuri jalanan Melbourne?

Nggak sama sekali. Mereka itu sukarelawan kota yang selalu siap membantu wisatawan. Baju merah serta senyuman ramah yang senantiasa melekat di wajah mereka nggak lain nggak bukan merupakan ciri khas mereka tatkala lagi bertugas.

Jadi kamu nggak usah khawatir kalau misalkan kamu tersesat di Melbourne, karena sahabat berbaju merah ini bakal menunjukkan kamu jalan yang benar, hehehe. Dan hey, sesekali bertanya pada manusia alih-alih aplikasi maps di smartphone itu menyenangkan lho. Buktiin aja sendiri kalau kamu datang ke Melbourne. Sekalian juga kamu minta petunjuk arah soal…

5. Lorong dengan Keramaian dan Hiburan di Dalamnya

via see-me-everywhere.blogspot.com

Mau itu siang atau malam hari, kamu bisa menemukan berbagai tempat menarik dengan berjalan santai di antara lorong berliku di kota Melbourne. Mau belanja? Kamu tinggal susuri Degraves Street sambil mampir ke kedai kopi di sana. Atau kamu juga bisa ke Little Collins Street, Manchester, atau Flinders Lane, di mana butik-butik terkenal berkumpul.

Melbourne juga dikenal dengan penduduknya yang punya kekayaan budaya beragam. Karena itu sebaiknya kamu luangkan waktu untuk menyantap ragam variasi makanan khas berbagai negara di dunia. Mau makanan khas Italia atau Perancis? Ada. Makanan khas Asia? Ada juga. Coba kamu sambangi Liverpool Street, Hardware Lane, dan distrik China Town di Little Bourke Street. Selesai menyantap sajian makanan yang lezat, kamu bisa memberi perut kesempatan untuk mencerna makanan sembari mengagumi eloknya seni grafiti di Union Lane dan Hosier Lane.

via travelwireasia.com

Dan sebagai pusat keramaian, jangan kira ini cuma gang biasa tanpa tampilan khas yang unik. Dijamin kamu nggak akan henti-hentinya mengagumi pemandangan sekitar saat kamu lagi melangkahkan kaki. Yup, serasa lagi berjalan di lorong-lorong khas Eropa zaman dulu. Nuansa vintage-nya kerasa banget.

Bahkan nih, tampilan luar beberapa tempat seperti bar seakan mengelabui mata wisatawan. Mungkin kamu bakal ngira bangunan yang ada di depan mata kamu cuma rumah biasa. Tapi begitu kamu membuka pintunya, voila! Ternyata itu adalah tempat makan. Asyik banget, kan? Kamu belum tentu tau apa yang ada di balik sebuah pintu. Entah itu bar yang ramai, atau mungkin cuma toilet yang pintunya lupa dikunci sama “penghuninya”.

6. Festival yang Namanya Bakalan Terdengar Aneh di Telinga Kamu

via banyulenilumbikkids.com

Nama festivalnya adalah Moomba. Mungkin nama itu terdengar familiar di telinga orang Australia, tapi bagi kita terasa agak aneh.

Lantas, apa sebenarnya Moomba itu?

Jadi menurut cerita yang beredar, nama Moomba dulunya disangka punya terjemahan “Let’s get together and have fun” atau “Ayo kita berkumpul bersama dan bersenang-senang” dalam bahasa Indonesia. Tapi dalam bahasa lokal di sana, kata “moom” sendiri bisa berarti, maaf… “bokong”. Jika digabungkan, Moomba berarti “Angkat Bokongmu” (atau malah “Bokong yang menyenangkan”?). Sekarang coba kamu bayangin kenapa bisa ada festival yang dari namanya nyuruh pengunjung buat mengangkat bagian bawah tubuh!?

Meskipun punya terjemahan lain yang lebih keren dalam beberapa bahasa lokal, seperti “Petir” dan “Membuat keributan”, tapi tetap aja terjemahan yang menyiratkan bagian tubuh manusia membuat arti dari Moomba masih kabur. Festivalnya sendiri seru kok. Ada parade, pesta kembang api, karnaval, ski air, dan panggung musik yang diadakan setiap tahunnya. Kamu nggak akan liat orang yang ngangkat-ngangkat bokong deh di festival komunitas terbesar (dan gratis) di Australia ini.

via weekendnotes.com

Tertarik buat membuktikan dengan mata kepala sendiri 6 keunikan yang ada di Melbourne ini? Tapi kamu juga pasti udah tau kalau melancong ke luar negeri itu butuh biaya lebih besar dibanding liburan di dalam negeri. Supaya kamu bisa lebih gampang menyesuaikan rencana liburan dengan bujet yang tersedia, mendingan kamu cek dulu deh harga tiket penerbangan dan kamar hotel di Wego. Bandingkan harganya, lalu pilih yang paling sesuai sama kamu. Kalau udah ketemu, tinggal pesan aja langsung lewat aplikasinya. Jadi nggak repot kan buat rencanain liburan murah tapi nyaman.

Shares 5K
Previous Serem Cuy! Kursi yang Diduduki Boneka Ini Gerak Sendiri Waktu Wawancara di TV
Next Wih! Pria Ini Pergi ke Kantor Nggak Jalan Kaki atau Naik Kendaraan, tapi Berenang!