Fenomena Ini Setahun Sekali Dialami Indonesia. Ada Apa Gerangan?


hujan meteor perseid

Sekali lagi, langit akan dipenuhi oleh pemandangan menakjubkan yang sayang kamu lewatkan.  Fenomena alam yang terjadi setiap tahun akan kembali menyambangi bumi.  Pada 12 Agustus sampai 13 Agustus, hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya.

Meteor yang selama ini kita kenal sebagai bintang jatuh adalah bentuk nyata dari partikel kecil dari sisa-sisa komet.  Ukurannya sangat kecil, bahkan hanya seukuran pasir saat memasuki atmosfer bumi dalam kecepatan yang besar.


Lalu apa itu meteor Perseid?  Ternyata ini merupakan sisa dari sepihan ekor komet Swift-Tuttle yang pernah berpapasan dekat dengan bumi pada 1992.  Komet tersebut meninggalkan puing-puing menuju bumi.  Ketika memasuk atmosfer bumi, partikel-partikel tersebut memanaskan udara di wilayah yang dilewati partikel.

Ini yang menyebabkan meteor kerap berubah menjadi cahaya yang jatuh ke permukaan bumi.  Nama Perseid diambil dari satu titik paling bersinar yang ada di konstelasi Perseus atau rasi bintang Perseus.

NASA mendeteksi bahwa meteor ini sudah berjatuhan sejak 17 Juli hingga 24 Agustus nanti.  Dalam jangka waktu ini, hanya beberapa meteor yang mampu menampakkan diri dalam kurun setiap satu jam.  Tapi tenang saja, jumlah meteor yang menghujani bumi akan semakin banyak pada tanggal 12 – 13 Agustus.  Karena kejadian ini sangat langka dan mungkin baru akan kamu alami beberapa tahun lagi, maka abadikan selfie-mu segera!  Kapan lagi kamu bisa berfoto dengan latar belakang hujan meteor?

 

 

Dan bukan hanya puluhan, akan ada ratusan meteor yang berjatuhan pada dua malam tersebut!  Namun tergantung cuaca saat fenomena berlangsung dan juga posisi para pemantau.  Di Indonesia sendiri, hujan meteor dapat dilihat menjelang dini hari.  Jangan mengamati lewat teleskop karena medan pandang teleskop justru akan memperkecil kesempatanmu untuk melihat meteor.  Sangat direkomendasikan untuk melihatnya pada saat langit cerah tanpa awan dan berada di wilayah yang langitnya bebas polusi cahaya maupun polusi udara, seperti di pedesaan atau pegunungan.

Sam Lindsay dari Royal Astronomical Society mengatakan fenomena tersebut bisa dilihat cukup baik.  Karena bulan baru pada 14 Agustus nanti akan membuat penglihatan terhadap meteor menjadi jelas.  Jadi, tunggu apa lagi?

Untuk tips lengkap cara melihat hujan meteor perseids, bisa dibaca disini: Kafe Astronomi

Sumber: Viva News



Shares 0
Previous Menjadi Freelancer itu tidak ada jaminan. Tapi menjadi Freelancer malah memiliki 5 keuntungan dibandingkan menjadi pekerja kantoran.
Next Poni Jantung, Model Poni Kekinian yang Wajib Kamu Jajal!