Main Di Panggung Java Jazz Festival 2016 Bareng Musisi Jazz Indonesia Bukan Sekedar Mimpi Lagi Bagi Kamu!!

Artikel ini hasil kerjasama antara Selipan.com dan MLDARE2PERFORM khusus buat kamu yang suka musik.

banner publikasi-02-R1

Buat kamu yang punya passion dan ingin mengembangkan karir di bidang musik dan olah vokal, MLD Spot mengadakan ajang pencarian musisi dan vokalis yang bernama MLDARE2PERFORM. Nah, pemenangnya nanti bakal berkesempatan buat main di festival jazz terbesar di tanah air, Java Jazz Festival 2016! Wohoo!!

Di MLDARE2PERFORM ini para peserta memilih salah satu instrumen (Gitar, Bass, Vocal, Drum, Keyboard, dan Saxophone) dan satu lagu bebas untuk dibawakan. Setelah memilih instrumen dan lagu yang akan dibawakan, rekam permainan kamu dalam bentuk video dengan durasi maksimal selama 3 menit.

Setelah itu pada tiap-tiap instrumen akan dipilih beberapa peserta terbaik untuk masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap LIVE AUDITION. Setiap peserta/instrument akan diseleksi oleh juri dan nantinya kamu bakal dimentorin oleh masing-masing musisi profesional di bidangnya.

Penasaran siapa aja juri dan mentornya?

1. Untuk kategori Gitar, Nikita Dompas.

Nikita Jeffrey Dompas (gitaris, band leader, produser musik, dan penggubah musik) lahir dan dibesarkan di Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 April 1981. Dia mulai menggeluti instrumen gitar secara serius sejak umur 17 tahun dibawah arahan gitaris jazz terkenal Oele Patiselano. Tidak hanya musisi dalam negeri seperti Oele Patiselano dan Ahmad Ananda yang menjadi gurunya. Musisi luar negeri seperti Guenter Weiss , Max Zentawer (keduanya berasal dari Jerman ), John Stowell (Amerika Serikat), dan Hideaki Tokunaga (Jepang) pernah menjadi mentornya.

 

2. Untuk kategori Bass, Indro Hadjodikoro.

Indro Hadjodikoro mengawali karir musiknya dengan menjadi perkusionis, lalu juga harmonika. Dengan memegang prinsip bahwa bermain musik adalah kegembiraan, dia mulai menemukan kegembiraan bermusik lewat instrumen yang ukurannya terhitung lebih besar dari badannya saat itu, yaitu bass. Sahabat Tohpati ini pernah bermain untuk komposer ternama tanah air seperti Erwin Gutawa, Addie MS, dan Andi Rianto.

3. Untuk kategori Vocal, Syaharani.

Wanita yang bernama lengkap Saira Syaharani Ibrahim ini adalah salah satu penyanyi jazz papan atas Indonesia. Meski berdarah Bone, Sulawesi Selatan, Syaharani lahir di Batu, Jawa Timur, pada 27 Juli 1971. Wanita yang terkenal dengan suara seraknya ini pernah berkolaborasi dengan musisi luar negeri seperti Al Jarreau, Yellow Jackets, Michael Paulo, dan Dave Koz. Pada tahun 2001, Syaharani mewakili Indonesia dalam acara North Sea Jazz Festival bersama Ireng Maulana All Stars.

4. Untuk kategori Drum, Aksan Sjuman.

Salah satu pentolan Dewa 19 ini pernah menempuh pendidikan musik di Folkwang Hoechschule, Essen, Jerman pada tahun 1995. Pendiri Wong Acid dan Potret ini¬†mulai¬†menyelami dunia perfilman dengan menjadi Film Scorer di film “Laskar Pelangi”, “Belenggu” dan “Sokola Rimba”. Meski¬†melibatkan orkestra internasional di Hongkong, Cina, dan Perancis, penataan musik dan conducting tetap ia lakukan sendiri. Pada tahun 2013 dia diangkat sebagai Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta. Dan pada April 2015 lalu, dia baru saja melaunching alat musik dengan brand “Sjuman Instruments”.

5. Untuk kategori Keyboard / Piano, Adra Karim.

Meski mulai bermain piano sejak kecil, dia mulai menggeluti jazz pada awal tahun 2000an. Pada tahun 2006 dia sempat ke Belanda untuk¬†mempelajari Jazz¬†Organ di ArtEZ, Enschede dan Prins Claus Conservatorium (PCC), Groningen. Dia pun sempat melanglang buana ke Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, Afrika, dan Asia untuk tur dan proyek musik. Berbagai festival pernah dia ikuti mulai¬†Java¬†Soulnation Festival, Java Jazz Festival, Indonesian Jazz Festival, Soundrenaline, dan We The Fest. Dan pada tahun 2015 ia sempat menyutradarai pertunjukan¬†“The Staging of ¬†the poem Don quixote by Goenawan Mohamad”¬†yang ditampilkan di Teater Salihara, Ubud Reader Writer Festival 2015 dan Singapore Writers Festival 2015.

6. Untuk kategori Saxophone, Devian Zikri.

Musisi yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 Januari 1970 ini belajar musik sejak umur 15 tahun. Pada saat itu instrumen yang pertama kali dia pegang adalah gitar, bukan saxophone. Awal mula dia tertarik dengan saxophone adalah pada umur 20 ia melihat permainan legenda saxophone Indonesia, Maryono di Jamz pub Blok M. Devian pun membeli saxophone pertamanya dan belajar secara otodidak. Baru setelah itu dia berguru kepada Maryono dan Embong Rahardjo. Sempat lulus dengan predikat Magna Cum Laude di Berklee College of Music, Boston, USA, sekarang dia sibuk di studio melakukan composing, producing, dan mixing untuk artis lain di bawah label Platinum Records.

Wih, seru nih. Terus untuk cara daftar gimana?

howtomldare2perform

atau bisa langsung kunjungi alamat ini MLDARE2PERFORM

Atau lihat dulu video dari sang maestro guitar Nikita Dompas dibawah ini.

Ditunggu ya video kamu yang paling keren!


Komentar:

Komentar