Merasa Udah Mengenal Betul Diri Sendiri dan Orang di Sekitarmu? Baca Dulu 13 Fakta Psikologis Ini

Bagi sebagian orang, salah satu hal tersulit untuk dilakukan dalam hidup adalah memahami sesama manusia, dalam artian atas dasar apa mereka melakukan/mengatakan sesuatu, atau kenapa seseorang bisa mempunyai watak yang menyebalkan, misalnya. Yup, pasti ada alasan di balik setiap tindak tanduk manusia.

Dan daripada kita memilih untuk nggak peduli, akan jauh lebih baik jika kita berusaha untuk lebih memahami orang lain. 13 fakta psikologis yang dirangkum dari Brightside.me ini setidaknya bisa memberi kamu sedikit pencerahan.

1. Si pemberi nasihat ternyata dihantui banyak masalah

78036328-56a2aed65f9b58b7d0cd5f18

via thoughtco.com

Contohnya, kalau kamu mendapat nasihat bijak dari temanmu soal masalah percintaan, bisa jadi teman kamu itu punya/pernah mengalami masalah yang serupa dengan kamu. Ada kemungkinan masalahnya malah lebih banyak dan lebih serius dari masalah kamu. Mungkin itu sebabnya ya, karena mereka berpengalaman menghadapi problem kehidupan, maka mereka jadi bisa ngasih masukan yang bagus.

- Advertisement -

2. Pengen tahu seberapa pintar seseorang? Lihat tulisan tangannya

Whiteman

via pencils.com

Mau dikasih tahu sesering apa pun juga buat lebih rapi, tetap aja tulisan tangan orang yang punya intelegensi tinggi itu nggak ada indah-indahnya. Dan semakin terlihat nggak apik, biasanya orang itu makin encer otaknya, lho. Itu karena saat mereka menulis, mereka juga berpikir dengan cepat dan menomor dua kan kerapian dan keindahan tulisan mereka.

Tapi, itu bukan berarti kamu harus sengaja bikin tulisan tangan kamu jelek, ya. Itu sama aja dengan ngerjain orang buat berusaha lebih keras cuma untuk membaca tulisan tangan kamu, hehehe.

3. Cara ampuh buat mengetahui watak asli seseorang

image-20150624-31518-zafbs1

via theconversation.com

Setiap orang bisa “berakting” di depan kamu. Tapi nih, kalau kamu pengen tahu gimana sifat sebenarnya dari seseorang, kamu tinggal bawa dia ke restoran atau rumah makan, dan perhatikan gimana cara dia berinteraksi dengan pramusaji di sana. Kalau dia ramah sama mereka, itu berarti biasanya dia juga ramah sama semua orang. Dan bila dia ngamuk besar sama pramusaji cuma gara-gara masalah sepele, mungkin itu menandakan kalau dia orang yang kasar dan temperamental.

4. Orang-orang yang tergolong peka memahami perasaan dan emosi orang lain

enhanced-3478-1402361647-1

via buzzfeed.com

Perhatikan aja apa seseorang itu menyesali perbuatannya dengan cepat jika ia berbuat salah. Orang-orang semacam ini biasanya masuk dalam kategori orang yang peka terhadap perasaan orang lain dan sangat jarang menyakiti hati lawan bicara.

Tapi hati-hati juga lho, psikopat dan sosiopat biasanya pintar memanipulasi perasaan, walaupun mereka nggak bisa memahami perasaan orang lain karena kurangnya rasa simpati dalam diri mereka.

5. Pria dan wanita punya kemampuan melawak yang sama

article-2034012-0DBB27FF00000578-157_468x286

via dailymail.co.uk

Beberapa orang mungkin menganggap para wanita kalah dari pria dalam urusan membanyol. Bukan itu yang benar, melainkan pria lebih nggak pedulian daripada wanita. Yup, mereka jarang peduli dan memikirkan terlebih dahulu apa lelucon mereka itu lucu atau nggak di telinga pendengarnya.

Padahal yang paling penting dalam melontarkan lelucon adalah mengasah selera humor atau sense of humor.

6. Sesuatu yang menakutkan bisa memberi kebahagiaan

Horror-Weight

via technabob.com

Ini beneran, lho. Kalau kamu melakukan suatu kegiatan yang bisa memicu rasa takut dan adrenalin dalam diri kamu, kegiatan itu juga bisa menimbulkan rasa bahagia. Hmm, mungkin itu alasan kenapa banyak orang yang suka bungee jumping atau nonton film horor, misalkan.

7. Seberapa lama seseorang bisa menyimpan rahasia orang lain?

monkey-secrets

via blogs.scientificamerican.com

Menurut penelitian, rata-rata para wanita bisa melakukannya nggak lebih dari 47 jam, atau 47 jam 15 menit lebih tepatnya.

Sementara berdasarkan penelitian lain yang dikutip dari Dailymail, wanita bisa tutup mulut selama 3 jam 27 menit, dan pria hanya tahan sekitar 2 jam 47 menit sebelum membocorkan suatu rahasia. Angka ini didapat dengan memperhitungkan pengaruh media sosial.

8. Kesepian, salah satunya dirasakan orang-orang yang sering melakukan ini

alone-lonley

via imsoblesseddaily.com

Nggak semua orang bisa dibuat senang. Dan orang yang berusaha membahagiakan semua orang yang ada di sekelilingnya cenderung berakhir sebagai orang yang justru nggak bahagia. Yup, mereka merasa kesepian. Masuk akal juga, terlalu memikirkan orang lain bisa berakibat kita mengabaikan kebahagiaan diri sendiri.

9. Jumlah teman orang-orang pintar terbilang sedikit

032b0ef8fa

via bashny.net

Memang sih, nggak ada patokan pasti berapa jumlah teman yang ideal itu. Tapi ternyata, orang-orang yang bisa dikatakan sebagai orang pintar lebih memilih untuk “menyeleksi” teman. Hasilnya, mungkin kamu bakal merasa mereka nggak punya banyak orang yang bisa disebut teman.

10. Pengen pernikahan kamu langgeng? Salah satu opsi: nikahi sahabatmu

benefits-to-marry-your-best-friend

via ezyshine.com

Ini nih, daripada memasukkan sahabatmu ke dalam zona friendzone, lebih baik kasih mereka kesempatan. Kalau memungkinkan, kamu malah bisa mempertimbangkan buat menikahi sahabat kamu. Rumah tangga yang dibina antara dua orang sahabat punya peluang berujung perceraian 70% lebih kecil dibandingkan rumah tangga pasangan “pada umumnya”.

11. Buat para cewek, perbanyak hubungan pertemanan dan waktu nongkrong dengan teman cowokmu

24-friends-cover-story-1.w1024

via vulture.com

Karena hal itu berefek pada terjaganya mood atau perasaan positif pada diri kamu. Tapi ingat, cowoknya yang baik-baik, ya. Heheh.

12. Penggunaan bahasa punya pengaruh pada sikap seseorang

multi-lingual-design

via ospreyonline.org

Ini berlaku buat orang yang biasa ngobrol dalam dua bahasa sehari-harinya. Sadar nggak sadar, sifat yang ditunjukkan seseorang bakal berubah ketika ia mengganti bahasa yang dipergunakan. Ini tentunya termasuk penggunaan bahasa daerah juga. Jadi misalkan, kalau kamu terlihat sangat sopan jika berbicara dalam Bahasa Indonesia, kamu bisa lebih lepas berekspresi jika berbicara dalam bahasa Sunda. Efeknya, kamu terlihat lebih rileks dilihat oleh orang lain.

13. Ketika diskusi semakin memanas, perhatikan kaki lawan bicara

body-language-feet-478×194

via supermoney.com

Terkadang diskusi sengit dengan seseorang memang nggak terhindarkan. Dan membaca bahasa tubuh lawan bicara bisa berguna buat kamu untuk membaca situasi, salah satunya lewat gerakan kaki.

Kalau kamu melihat kakinya digeser sedikit lebih jauh dari arah kamu, atau jika kakinya nggak mau diam, bisa jadi pikirannya udah sulit buat dirubah untuk saat ini. Jangankan setuju sama pendapat kamu, mungkin dia malah pengen cepat-cepat pulang dan menyingkir dari hadapan kamu. Kalau udah kayak gini, sebaiknya perhalus cara bicara kamu atau bicara lagi dengannya lain kali.

Tapi kamu harus ingat, 13 fakta di atas bisa dibilang generalisasi atau fakta yang melihat pola umum yang ditunjukkan orang-orang. Jangan terlalu menyamaratakan, karena bisa aja orang yang pintar punya tulisan tangan yang bagus, misalkan.

- Advertisement -