Pengen Tahu Gimana Rahasia Pembuatan Monster yang Ada di Film? Intip Saja di Sini

Jangan kira semua bisa diselesaikan sama CGI

Kalau kamu sering nonton film, kamu pasti setuju kalau kebanyakan monster di film Hollywood terlihat realistis. Yup, apalagi kalau kita membicarakan film-film zaman sekarang. King Kong misalnya, dia terlihat keren banget kalau kita kita tonton di film, seolah-olah si King Kong ini memang makhluk yang beneran ada dan kebetulan lagi nyambi jadi aktor.

Tapi, kamu juga pasti menyadari para monster di film itu nggak benar-benar nyata. Monster-monster itu bisa kelihatan begitu real dan keren karena jasa dari para pembuatnya; artis, teknisi, dan desainer.

Nah, daripada kamu cuma mengagumi penampakan para monster itu dari balik layar kaca, sekarang kamu bisa menelusuri gimana proses dan cara kerja pembuatan monster yang suka nongol di film-film. Para pencipta monster itu sudah mau berbagi rahasia dalam bidang pekerjaan mereka kepada MentalFloss. Dan kamu bisa menyimak kisah mereka di bawah ini.

- Advertisement -

1. Dari dulu sampai sekarang, kostum karet itu diperlukan untuk menciptakan monster

via scpr.org

Monster di film-film zaman dulu biasanya berisikan aktor yang memakai kostum karet. Dan kalau kamu pernah nonton film monster zaman dulu, kamu pasti merasa mereka kelihatan banget bohongannya.

Monster zaman dulu juga biasanya cuma punya dua kerjaan: antara ngamuk di tengah-tengah kota atau membawa-bawa perawan di genggaman tangan mereka. Yah, saya tahu apa yang ada di pikiran kamu, santai banget kedengarannya kehidupan para monster itu.

Tapi, penampilan monster sudah berubah di zaman sekarang; jauh lebih keren dan terlihat nyata. Gimana nggak, teknologi seperti software buat desain monster dan animatronika sudah jauh berkembang. Belum lagi kalau kita menghitung pengaruh perkembangan special effect lainnya dan, tentu saja, CGI. Jangan lupakan juga teknologi pencetakan 3D yang amat sangat membantu dalam mengefisienkan waktu yang diperlukan dalam proses penciptaan monster.

Uniknya, walaupun teknologi sudah hampir mengambil alih, terkadang kostum karet juga masih digunakan di film zaman sekarang. Seperti yang diakui Stuart Rowsell, teknisi yang mengurusi pembuatan monster dan pendiri Bloodhound FX, alih-alih menciptakan monster digital dan animatronika, terkadang aktor yang mengenakan kostum monster masih digunakan dalam film karena alasan kemudahan dalam bergerak.

“Mereka bisa berlari melewati koridor, merangkak melewati air, gua, terowongan, dan bereaksi dalam pertarungan jarak dekat dengan karakter lain…” katanya.

2. Kerja sama sangat dibutuhkan untuk membuat satu monster

via npr.org

Menciptakan satu monster itu bukan cuma butuh satu orang buat mengerjakannya, tapi banyak. Terlebih lagi, prosesnya juga membutuhkan pembagian kerja.

Proses penciptaan monster sendiri butuh dua aspek keahlian: tradisional dan modern. Keahlian tradisional meliputi desain konsep, seni kerajinan tangan, memahat, pengecoran, dan melukis. Sedangkan kemampuan yang lebih modern termasuk animasi komputer dan desain digital. Karena banyaknya kemampuan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan, biasanya orang-orang yang terlibat punya spesialisasi masing-masing.

Tapi, itu bukan berarti seseorang nggak bisa menguasai semua kemampuan itu, kok. Ada juga orang yang paham semua aspek tersebut.

3. Monster juga punya masalah bujet

via thisreclamation.wordpress.com

Ternyata bukan cuma kita yang terkadang pusing mikirin masalah keuangan; monster juga. Well, bukan monsternya sih yang harus dipusingkan sama bujet, tapi penciptanya. Soalnya, bujet itu bisa memengaruhi gimana monster itu dibuat.

Misalnya, dengan bujet yang ada, mereka harus menentukan apakah monster bakal dibuat sepenuhnya secara fisik atau digital. Atau malah campuran antara keduanya.

Dan menurut Rowsell, biasanya perusahaan produksi menginginkan agar monster dengan bujet $10 ribu bisa terlihat seperti monster berbujet $1 juta. Dan itu adalah tugas orang-orang sepertinya untuk membuat monster yang penampakannya bisa meyakinkan penonton, dengan bujet serta tenggat waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Hmm, berat juga ya tugas membikin monster itu.

4. Penampilan monster terinspirasi dari unsur kehidupan nyata

via criticalhit.net

Yup, seabsurd-absurdnya monster yang kamu lihat di film, mereka juga terilhami dari makhluk-makhluk yang ada di kehidupan nyata. Coba deh kamu perhatikan, past nggak ada monster yang desainnya benar-benar berbeda dari makhluk yang ada di muka bumi. Itu karena para artis desain monster biasanya mempelajari struktur tulang, tekstur kulit, dan cara bergerak dari hewan dan tumbuhan untuk kemudian diterapkan pada monster ciptaan mereka.

Tapi, yang paling penting dari semuanya adalah visi dari sutradara film. Para desainer bisa membuat lusinan desain monster, tapi yang akhirnya menentukan tetaplah sutradara.

5. Monster yang terlihat sempurna = 50% cara tradisional + 50% digital

via vulture.com

Teknologi yang semakin berkembang pesat nggak serta-merta menghilangkan practical effect (spesial efek yang dibuat secara fisik, tanpa CGI) dan teknik tradisional  lainnya dalam proses menciptakan monster. Yah, seenggaknya tidak dalam waktu dekat

Memang sih, menurut Rowsell practical effect bisa punya beberapa kelemahan. Misalnya, kostum karet yang bisa robek atau rusak; kurang realistis; dan nggak seperti monster ala digital, monster dengan practical effect nggak bisa diotak-atik lagi di tahap pascaproduksi. Tapi di sisi lain, CGI juga bisa membuat monster jadi terlihat palsu atau malah seperti gambar dari video game.

Maka dari itu, solusinya adalah penggabungan elemen practical dan CGI. Dan cara ini sudah sering diterapkan pada proses penciptaan monster-monster keren yang biasa kamu lihat di film.

Ternyata asyik juga ya dunia permonsteran ini. Apa kamu tertarik buat jadi salah satu pencipta monster dalam film?

Shares 312
Previous 7 Bangunan Ini Semakin Dilihat Semakin Mirip sama Markas Penjahat Super! Gak Percaya? Cek Sendiri deh
Next Bikin Ngiler! Kamu Nggak Akan Percaya Bahan Pembuat 9 Dessert Cantik Ini